...Rumah Asri...

Awali senyummu seindah surya pagi… Langkahkan kakimu selurus iman di hati… Sertakan basmallah dalam permulaan kegiatan diri… Semoga Allah SWT selalu melindungi… ^_^

Salam Ramadhan

..MARHABAN YAA RAMADHAN..

^_^" Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1430 H

Mampukah Aku,,,,??


Mampukah aku menjadi seperti Siti Khodijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah,
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah,
Penawar hati kekasih Allah,
Susah dan senang rela bersama...

Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aisyah?
Isteri rasulullah yang bijak,
Pendorong kesusahan dan penderitaan,
Tiada sukar untuk dilaksanakan...

Mengalir air mataku,
Melihat pengorbanan puteri solehah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah, taat dengan ayahnya,
Yang senantiasa berjuang,
Tiada memiliki harta dunia,
Layaklah dia sebagai wanita penghulu surga...

Ketika aku marah,
Ingin ku intip serpihan sabar,
Dari catatan hidup Siti Sarah...

Tabahkan jiwaku, setabah ummi Nabi Ismail,
Mengendong bayinya yang masih merah,
Mencari air penghilang dahaga, diterik padang pasir,
Pengharapannya hanya pada Allah,
Itulah wanita Siti Hajar...

Mampukah aku menjadi wanita solehah, seperti mereka??

[Ya Rabb..teruslah bimbing diriku ini..menjadi wanita solehah yang selalu mencintai-Mu...]

Muslimah dan Profesinya

Sejak lama Islam telah mengajarkan persamaan antar manusia, baik pria dan wanita, antara bangsa, suku dan keturunan yang berbeda. Itu terjadi jauh sebelum gerakan emansipasi wanita dihembuskan oleh dunia barat. Dalam Islam yang membedakan mereka (pria dan wanita) hanyalah nilai pengabdian dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagaimana firman Allah dalam
Q.S. Al-Hujuraat ayat 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Gerakan emansipasi wanita tumbuh subur dan dikembangkan oleh barat melalui strategi global 'ghazwul fikri' (perang pemikiran) yang ditembakkan ke tubuh ummat Islam, khususnya wanita. Ide ini bersama-sama sekularisme dan nasionalisme menjadi satu paket ideologi yang merusak dan memporakporandakan bangunan umat Islam. Ghazwul fikri itu antara lain telah merusak pemahaman wanita dalam urusan keprofesian, sehingga mereka banyak bekerja diluar rumah dengan dalih mengejar karir. Mereka berani meninggalkan tanggungjawabnya sebagai isteri, ibu bagi anak-anaknya hanya untuk mencapai obsesinya itu.



Kedudukan wanita dalam pandangan ajaran Islam tidak sebagaimana diduga atau dipraktekkan sementara masyarakat. Ajaran Islam pada hakikatnya memberikan perhatian yang sangat besar serta kedudukan terhormat kepada perempuan. Muhammad Al-Ghazali, salah seorang ulama besar Islam kontemporer berkebangsaan Mesir, menulis: "Kalau kita mengembalikan pandangan ke masa sebelum seribu tahun, maka kita akan menemukan wanita menikmati keistimewaan dalam bidang materi dan sosial yang tidak dikenal oleh wanita-wanita di kelima benua. Keadaan mereka ketika itu lebih baik dibandingkan dengan keadaan perempuan-perempuan Barat dewasa ini, asal saja kebebasan dalam berpakaian serta pergaulan tidak dijadikan bahan perbandingan."


Banyak faktor yang telah mengaburkan keistimewaan serta memerosotkan kedudukan tersebut. Salah satu di antaranya adalah kedangkalan pengetahuan keagamaan, sehingga tidak jarang agama (Islam) diatasnamakan untuk pandangan dan tujuan yang tidak dibenarkan itu.
Islam telah menempatkan posisi wanita sama dengan pria, bahkan Allah menegaskan dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 35 : "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."

Islam pun memberi kesempatan untuk berkarir (bekerja) seluas-luasnya kepada wanita. Selama pekerjaan itu, membutuhkannya dan atau selama mereka membutuhkan pekerjaan itu. Selama pekerjaan itu dilakukan dalam suasana terhormat, sopan, serta selama mereka dapat memelihara agamanya, serta dapat pula menghindari dampak-dampak negatif dari pekerjaan tersebut terhadap diri dan lingkungannya.
Pada jaman sekarang banyak wanita diantaranya menjabat posisi direktur, dekan, ketua yayasan, juga anggota majelis perwakilan rakyat.

Sejarah Islam mencatat nama-nama wanita karir pada jaman Nabi Muhammad SAW diantaranya adalah Ummu Salim binti Malhan, Shafiyah bin Huyay (istri Nabi) sebagai perias pengantin, Khadijah binti Khuwailid (istri pertama Nabi) dikenal sebagai pedagang yang suskses, begitu pun dengan Qilat Ummi Bani Anmar. Ada juga Al-Syifa' yang dikenal sebagai seorang penulis handal.
Dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap orang, termasuk kaum wanita, mereka mempunyai hak untuk bekerja dan menduduki jabatan penting. Hanya ada jabatan yang oleh sementara ulama dianggap tidak dapat diduduki oleh kaum wanita, yaitu jabatan Kepala Negara (Al-Imamah Al-'Uzhma) dan Hakim. Namun sebagian ulama membolehkannya selama untuk kemaslahatan masyarakat, serta kemaslahatan Islam dan kemaslahatan bagi wanita itu sendiri dan kemaslahatan bagi usrah (keluarga), tapi dengan suatu alasan yang kuat tentunya. Diperbolehkannya hal itu bukan berarti wajib dan harus.

sumber : www.cyberMQ

Pria dan Wanita

dia yang diambil dari tulang rusuk,
jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya,
maka itu akan menjadi saling melengkapi

dialah penolongmu yang sepadan,
bukan sparing partner yang sepadan.
ketika pertandingan dimulai,
dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu
tetapi dia akan berada bersamamu
untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan
atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu

dialah yang akan menutupi kekuranganmu
dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki:
perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan,
keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan,
mengurusi hal-hal sepele,
sehingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu,
dialah yang akan menyelesaikan bagiannya
sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu
kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.


jika ada mahluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan jika ada mahluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.


ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki, tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi. ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya, kata-kata yang lembut, ungkapan-ungkapan sayang yang sepele namun baginya sangat berarti, membuatnya aman di dekatmu.

batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes
sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan

rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang. seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun ia lembut bukan untuk diinjak. rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang.

jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari
hidupnya, tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya, karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki

apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. keluarganya akan menjadi keluarga barumu keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga.

sekalipun ia jauh dari keluarganya
namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga karena kau dan dia adalah satu

dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya


ketika pertandingan dimulai,
pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.

SEMANGAT is mode ON

Semangat PAGI!!!
Hayooo..Asri Semangat,..!!!

menyemangati diri sendiri itu cukup penting juga lho! Walaupun diri ini bertugas untuk menyemangati orang-orang,..tapi jangan sampai kehilangan semangat sendiri,..maka dari itu UP...UP...UP...

Sedang banyak2nya kegiatan di kampus pastinya butuh tenaga & waktu ekstra utk bisa konsentrasi dgn kuliah juga,..

itulah yg harus dihadapi sebagai seorang aktivis yang kerjaan'y ada aja ,..
tapi Insya Allah,..pastinya kerjaan yang baik ..

salah satunya adalah saat ini ana sdg diamanahkan menjadi koord. Danus di acara big special event nya Dept. Keputrian, yang mana gawe-annya,..cari dana,..dana..dana..dan dana...

agak berat juga niyh,.tapi Insya Allah dinikmati saja...pasti ada jalan yang mudah yang akan selalu ditunjukkan ALLOH SWT,..

Ayoooo,..S'MANGAT!! FULL SPIRIT!!

[buat yg lagi futur,..Ayo ingat jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu yang ada,..pergunakan dgn sebaik-baiknya,..pastinya dengan selalu ber-SEMANGAT, setuju???,..

Orang yang Bahagia itu....


Bissmillahirrohmanirrohim...
Sahabat, ada yang tau orang yang BAHAGIA itu seperti apa???,hmmm...seperti apa ya???,,..mau tau coba deh terusin bacanya yaaa...

Orang yang bahagia itu...
akan menyediakan waktunya untuk membaca karena membaca itu adalah sumber hikmah
akan menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu merupakan musiknya jiwa
akan menyediakan waktu untuk berfikir karena berfikir itu pokok kemajuan
akan menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan
akan menyediakan waktu untuk bersenda gurau karena itu akan membuat muda selalu
dan...
akan selalu menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah ibu dari segala KETENANGAN JIWA

La Tahzan...
Innallaha Ma'ana

"Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati padahal kamu adalah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman"
(QS. Ali-Imran : 139)


Hmmm...gimana?? sudahkah kita termasuk orang yang bahagia...^_^**

Masalah Genetika di Al Quran


Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan
(Surat an-Najm, 45-46).


Ilmu genetika, hingga beberapa waktu lalu, memperkirakan jenis kelamin ditentukan sel ibunya. Begitupun dipercaya bahwa jenis kelamin ditentukan sel jantan dan sel betina bersama-sama.

Benarkah? Alquran justru memberikan penjelasan berbeda. Yaitu jenis kelamin laki-laki atau perempuan ditentukan sperma yang dipancarkan ke dalam kandungan.

Belakangan, perkembangan disiplin ilmu genetika dan biology molekuler, membenarkan secara ilmiah penjelasan pada Al-Quran. Kini dipahami bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel sperma yang berasal dari laki-laki, dan perempuan, tidak memiliki peran apapun dalam proses ini.

Chromosom merupakan elemen utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan struktur seorang manusia dinyatakan sebagai kromosom seks. Dua kromosom ini dinamakan XY pada laki-laki dan XX pada wanita. Ini karena bentuk kromosom-kromosom ini mirip dengan huruf-huruf tersebut. Kromosom Y membawa gen yang menandakan jenis laki-laki, sedangkan kromoson X membawa gen yang menandakan perempuan.

Pembentukan seorang manusia baru, berawal dari kombinasi silang salah satu kromosom-kromosom ini, yang berada dalam pasangan laki-laki dan perempuan. Pada perempuan, kedua komponen sel kelamin, yang terbelah dua selama ovulasi, membawa kromosom X. Jenis kelamin laki-laki, di sisi lain, memproduksi jenis sperma yang berbeda, satu mengandung kromoson X dan yang lainnya mengandung kromosom Y. Jika sebuah kromosom X dari perempuan bergabung dengan sebuah sperma yang mengandung kromosom X, maka bayi tersebut adalah perempuan. Jika ia bergabung dengan sperma yang mengandung kromosom Y, maka bayi tersebut adalah laki-laki.


Tak satupun dari hal ini diketahui sampai penemuan ilmu genetika pada abad ke 20. Sesungguhnya, pada beberapa peradaban, dipercaya bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh tubuh perempuan. Itulah mengapa wanita-wanita dipersalahkan bila melahirkan anak perempuan. Tiga belas abad sebelum gen manusia ditemukan, Alquran telah menyampaikan berita yang menolak khurafat ini. Al-Quran pun menjelaskan bahwa asal mula jenis kelamin bukanlah terjadi dari perempuan tetapi dengan air mani laki-laki.

Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan ovum/sel telur wanita, intisari bayi yang akan dilahirkan terbentuklah. Sel tunggal yang diketahui sebagai zigot dalam ilmu biologi secara langsung akan mulai bereproduksi dengan membelah diri dan akhirnya menjadi segumpal daging. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat manusia dengan bantuan mikroskop.

Namun, zigot tersebut tidak melewatkan periode pembentukan/pembelahan nya dengan kekosongan. Ia melekat pada uterus (rahim) seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Melalui tali ini, zigot bisa mendapatkan zat-zat penting bagi pembentukannya dari tubuh ibunya.

Di sini, pada titik ini, sebuah keajaiban Alquran terlihat. Saat menunjukkan zigot yang terbentuk dalam kandungan ibu, Alloh menggunakan kata alaq dalam Alquran: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah) (Surat al-Alaq, 1-3)

Arti kata alaq dalam bahasa Arab adalah suatu benda yang menancap/menempel pada suatu tempat. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah/pacet yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.

Pengetahuan ilmiah yang tersingkap itu, selaras dengan berita pada Alquran. Keselarasan ini kian membuktikan bagi umat manusia -- bahkan tak sekadar bagi umat Islam --Al-Quran itu suara kebenaran dari-Nya.