...Rumah Asri...

Awali senyummu seindah surya pagi… Langkahkan kakimu selurus iman di hati… Sertakan basmallah dalam permulaan kegiatan diri… Semoga Allah SWT selalu melindungi… ^_^

Perjalanan menuju dokter muda


Alhamdulillah...akhirnya bertelur juga alias keluar juga pengumuman dosen pembimbing skripsiku hari Selasa, 11 Mei 2010. Suasana kelas begitu ramai dgn teriakan dan tangisan (hehe..lebay..) kaget dan speechless melihat pengumuman pembagian dosen pembimbing di depan layar laptop mereka... dan akuuu.. rasanya tidak ingin terburu-buru melihatnya.. T_T.. namun, di setiap jalan, banyak yg bertanya, "siapa dosen pembimbingmu, chie?"... hmm, akhirnya dengan perlahan ku berlayar dengan laptop "kesayanganku" ini hehe... membuka alamat situs e-learning ... satu per satu ku klik item2 di sana... dan sampailah pada dropbox ... dan jreng...jreng ... Alhamdlulillahirrabil'alamin ... judul pertama skripsiku diterima .. dan diserta 2 dosen utama dan pembimbing^_^... huufffftttt.... tapi di saat rasa lega terselip rasa tanda tanya akan salah satu dosen pembimbing skripsiku... Beliau adalah seorang dokter Master Gizi, yg sama sekali belum pernah kuketahui, belum pernah bertemu, dan ketika ditanyakan pada teman yg lain pun, mereka tak tahu tentang beliau.... Ya Rabbi, ku mohon mudahkanlah langkahku ini menuju jenjang selanjutnya dari studi ini, janganlah Engkau persulit Ya Rabbi,.... terus bimbinglah diri ini menuntaskannya dengan baik.... berikanlah sifat2 yg baik pada dosen2 pembimbingku, agar mempermudahku utk menjalani skripsi ini dan berilah kesabaran serta kekuatan dalam menjalaninya.... AMiiiin Amiiin...

semoga selalu dimudahkan olehMU dalam setiap gerak dan langkahku ini
Ya Allah... Amiin

[2011, Asri Rumaisa.,S.Ked]
[2012, Asri Rumaisa.,dr]

Amiiin Ya Allah Ya Rabbal'alamin

KUNCI SURGA MUSLIMAH

Surga adalah idaman dan harapan setiap orang beriman, laki-laki dan perempuan, ia adalah akhir perjalanan bagi semua orang yang taat dan patuh kepada Allah dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Bagi seorang muslimah perkara ini penting karena Rasulullah saw telah menyatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita, dari sini mengetahui kunci surga oleh seorang muslimah merupakan perkara penting, dengan meraih kunci ini berarti dia tidak termasuk ke dalam golongan para wanita penghuni neraka.

Rasulullah saw telah merangkum kunci surga muslimah dalam EMPAT perkara, yaitu :

.:: Menjaga shalat lima waktu ::.
.:: Berpuasa di bulannya ::.
.:: Menjaga kehormatannya ::.
.:: Menaati suaminya ::.


Dari Abdurrahman bin Auf berkata, Rasulullah saw bersabda,


إِذَا صَلَّتِ المَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الجَنَّةِ شَاءَتْ .


“Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan.”(HR. Ahmad nomor 1661, hadits hasan lighairihi).

Satu hal yang terpetik dari sabda Nabi saw di atas adalah bahwa beliau hanya menyebutkan perkara-perkara yang masuk ke dalam jangkauan seorang muslimah, di mana seorang muslimah mampu melaksanakannya tanpa bergantung kepada orang lain atau bergantung kepada suaminya, di sini Rasulullah saw tidak menyinggung, misalnya, haji, karena pelaksanaan ibadah ini oleh seorang muslimah bergantung kepada suatu perkara yang mungkin tidak dimilikinya, seperti tersedianya bekal haji atau tersedianya mahram, di sini Rasulullah saw juga tidak menyinggung zakat, karena perkaranya kembali kepada kepemilikan harta dan pada umumnya ia berada di tangan kaum laki-laki, karena harta adalah hasil bekerja dan yang bekerja pada dasarnya adalah kaum laki-laki.

Sumber : www.alsofwah.or.id

me with my life on 3rd grade

sudah Semester 5?? tahun ke-3??
ada apa dengan semester 5 di fakultas kedokteran?? "tambah berat yaa" atau ..."tampak biasa aja seperti semester yang dulu-dulu...berat!!!"... "enjoy aja lagi...nikmati...nikmati..."

uuuuuhh...kata siapa biasa aja?!!!!...
justru semester ini lah saat2 ku menemukan sesuatu yang tak diduga sebelum2nya....suatu kehadiran yang membuat diri ini tambah memaknai hidup, tambah belajar bagaimana mengelola diri dan keinginan yang belum pada waktunya, saatnya
ber-taqarrub sama Yang Maha Penguasa Hati, Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Segalanya....

------>>>
tambah banyak adik-adik yang akan mengingatkan & bertanya ini-itu
------>>> siapkan untuk skripsi ........ @_@ tuing..tuing....!!!
------>>> amanah bertambah, amanah yang tak henti-hentinya berdatangan... OoOoOoOo...lihatlah berderet job-job bertengger di "Hissan Planning board-ku" di kamar... Ya Rabbi, bantu aku menyelesaikan ini semuanyaaaaa....

semua orang mengatakan, "Pasti BISA....Semangatt!!" uuuuhhh...iya iya... harus semangatt menghadapi ini semua,. Rasulullah saja tidak pernah mengeluh akan amanah dan beban dakwah yang teramat beratnya,.."tapi kita khan bukan Rasulullah?" ... ya iyalah, tapi sudah sepatutnya kita mencontoh perilaku dan sifat2nya beliau Sang Kekasih Allah... sudah seharusnya beliau menjadi penyemangat kita setiap saat......... ^_^ menjadi inspirator setiap langkah kita..betul..betul..betul..??


>>>>semoga kita akan selalu dicintai olehNya dan RasulNya

Ied Mubarak 1430 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Minal Aidzin wal Faidzin
MOhon Maaf Lahir dan Bathin


Semoga semangat ibadah senantiasa terjaga..

semangkaa..^_^"

Salam Ramadhan

..MARHABAN YAA RAMADHAN..

^_^" Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1430 H

Mampukah Aku,,,,??


Mampukah aku menjadi seperti Siti Khodijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah,
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah,
Penawar hati kekasih Allah,
Susah dan senang rela bersama...

Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aisyah?
Isteri rasulullah yang bijak,
Pendorong kesusahan dan penderitaan,
Tiada sukar untuk dilaksanakan...

Mengalir air mataku,
Melihat pengorbanan puteri solehah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah, taat dengan ayahnya,
Yang senantiasa berjuang,
Tiada memiliki harta dunia,
Layaklah dia sebagai wanita penghulu surga...

Ketika aku marah,
Ingin ku intip serpihan sabar,
Dari catatan hidup Siti Sarah...

Tabahkan jiwaku, setabah ummi Nabi Ismail,
Mengendong bayinya yang masih merah,
Mencari air penghilang dahaga, diterik padang pasir,
Pengharapannya hanya pada Allah,
Itulah wanita Siti Hajar...

Mampukah aku menjadi wanita solehah, seperti mereka??

[Ya Rabb..teruslah bimbing diriku ini..menjadi wanita solehah yang selalu mencintai-Mu...]

Muslimah dan Profesinya

Sejak lama Islam telah mengajarkan persamaan antar manusia, baik pria dan wanita, antara bangsa, suku dan keturunan yang berbeda. Itu terjadi jauh sebelum gerakan emansipasi wanita dihembuskan oleh dunia barat. Dalam Islam yang membedakan mereka (pria dan wanita) hanyalah nilai pengabdian dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagaimana firman Allah dalam
Q.S. Al-Hujuraat ayat 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Gerakan emansipasi wanita tumbuh subur dan dikembangkan oleh barat melalui strategi global 'ghazwul fikri' (perang pemikiran) yang ditembakkan ke tubuh ummat Islam, khususnya wanita. Ide ini bersama-sama sekularisme dan nasionalisme menjadi satu paket ideologi yang merusak dan memporakporandakan bangunan umat Islam. Ghazwul fikri itu antara lain telah merusak pemahaman wanita dalam urusan keprofesian, sehingga mereka banyak bekerja diluar rumah dengan dalih mengejar karir. Mereka berani meninggalkan tanggungjawabnya sebagai isteri, ibu bagi anak-anaknya hanya untuk mencapai obsesinya itu.



Kedudukan wanita dalam pandangan ajaran Islam tidak sebagaimana diduga atau dipraktekkan sementara masyarakat. Ajaran Islam pada hakikatnya memberikan perhatian yang sangat besar serta kedudukan terhormat kepada perempuan. Muhammad Al-Ghazali, salah seorang ulama besar Islam kontemporer berkebangsaan Mesir, menulis: "Kalau kita mengembalikan pandangan ke masa sebelum seribu tahun, maka kita akan menemukan wanita menikmati keistimewaan dalam bidang materi dan sosial yang tidak dikenal oleh wanita-wanita di kelima benua. Keadaan mereka ketika itu lebih baik dibandingkan dengan keadaan perempuan-perempuan Barat dewasa ini, asal saja kebebasan dalam berpakaian serta pergaulan tidak dijadikan bahan perbandingan."


Banyak faktor yang telah mengaburkan keistimewaan serta memerosotkan kedudukan tersebut. Salah satu di antaranya adalah kedangkalan pengetahuan keagamaan, sehingga tidak jarang agama (Islam) diatasnamakan untuk pandangan dan tujuan yang tidak dibenarkan itu.
Islam telah menempatkan posisi wanita sama dengan pria, bahkan Allah menegaskan dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 35 : "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."

Islam pun memberi kesempatan untuk berkarir (bekerja) seluas-luasnya kepada wanita. Selama pekerjaan itu, membutuhkannya dan atau selama mereka membutuhkan pekerjaan itu. Selama pekerjaan itu dilakukan dalam suasana terhormat, sopan, serta selama mereka dapat memelihara agamanya, serta dapat pula menghindari dampak-dampak negatif dari pekerjaan tersebut terhadap diri dan lingkungannya.
Pada jaman sekarang banyak wanita diantaranya menjabat posisi direktur, dekan, ketua yayasan, juga anggota majelis perwakilan rakyat.

Sejarah Islam mencatat nama-nama wanita karir pada jaman Nabi Muhammad SAW diantaranya adalah Ummu Salim binti Malhan, Shafiyah bin Huyay (istri Nabi) sebagai perias pengantin, Khadijah binti Khuwailid (istri pertama Nabi) dikenal sebagai pedagang yang suskses, begitu pun dengan Qilat Ummi Bani Anmar. Ada juga Al-Syifa' yang dikenal sebagai seorang penulis handal.
Dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap orang, termasuk kaum wanita, mereka mempunyai hak untuk bekerja dan menduduki jabatan penting. Hanya ada jabatan yang oleh sementara ulama dianggap tidak dapat diduduki oleh kaum wanita, yaitu jabatan Kepala Negara (Al-Imamah Al-'Uzhma) dan Hakim. Namun sebagian ulama membolehkannya selama untuk kemaslahatan masyarakat, serta kemaslahatan Islam dan kemaslahatan bagi wanita itu sendiri dan kemaslahatan bagi usrah (keluarga), tapi dengan suatu alasan yang kuat tentunya. Diperbolehkannya hal itu bukan berarti wajib dan harus.

sumber : www.cyberMQ